SAROLANGUN — Polsek Limun jajaran Polres Sarolangun bergerak cepat mencegah eskalasi konflik antarwarga, setelah terjadi kecelakaan yang berpotensi menimbulkan ketegangan pada Minggu (25/10/2026).
Kejadian bermula ketika seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) Kutur mengalami kecelakaan sepeda motor setelah menabrak kambing milik warga Desa Pulau Pandan.
Menyadari adanya potensi perselisihan, Kapolsek Limun IPTU Usaha
“Kehadiran kami bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan mencari jalan keluar terbaik bagi semua pihak. Sebagai tetangga dan sesama anak bangsa, perbedaan pendapat bisa terjadi, tapi jangan sampai merusak persaudaraan yang sudah terjalin. Kami menghargai keterbukaan kedua belah pihak. Semoga kesepakatan ini mempererat hubungan warga Desa Pulau Pandan dan SAD Kutur, serta seluruh masyarakat di Sarolangun,” ujar IPTU Usaha Sitepu, S.E pada awak media.
Setelah pembicaraan yang penuh kebersamaan, kedua belah pihak mencapai kesepakatan. Warga Desa Pulau Pandan bersedia membantu biaya pengobatan korban, saling memaafkan, dan sepakat tidak akan mempermasalahkan kejadian ini di kemudian hari.
Sementara itu ditempat terpisah Kapolres Sarolangun AKBP
“Inilah pendekatan humanis yang kami harapkapkan , hadir lebih dulu mendengarkan dengan hati, menyelesaikan masalah sebelum menjadi besar ” tegasnya .
Polri bukan hanya pengawal keamanan, tapi juga penengah yang bijaksana dan pelayan yang tulus. Kapolres mengimbau seluruh warga jika ada persoalan, sampaikan dengan kepala dingin dan selesaikan lewat musyawarah.
“Jangan biarkan emosi merusak kerukunan. Berkendara juga harus hati‑hati, jaga kecepatan, dan utamakan keselamatan. Keamanan dan kedamaian adalah tanggung jawab kita semua.”pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Polsek Limun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan agar situasi di wilayahnya tetap aman dan kondusif.( Chairul Botax)












