Kapolres Sarolangun Pimpin Gelar Pasukan Operasi Patuh Sinjai 2026
Sebarkan artikel ini
SAROLANGUN — Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H memimpin langsung kegiatan Gelar Pasukan Operasi Patuh Sinjai 2026 wilayah hukum Polda Jambi, yang berlangsung di lapangan Apel Polres Sarolangun pada Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan personel, sarana, dan prasarana guna mewujudkan ketertiban serta keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Sarolangun dan Provinsi Jambi secara umum.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun yang mewakili Bupati Sarolangun, Ir. Muhammad Arif, Komandan Kodim 0420 Sarolangun yang diwakili pejabat terkait, Kepala Kejaksaan Negeri Sarolangun Taufik, S.H., M.Hum.
Ketua Pengadilan Negeri Sarolangun Nakarina Manurung, S.H., Komandan Yonif TP 896 Serumpun Posko Sarolangun Letkol Inf. Mansyur Heralam, M.Tr.Mil., Wakapolres Sarolangun beserta pejabat utama, Kapolsek jajaran, Komandan Pomdam Jaya/Sriwijaya Pos Sarolangun, kepala perangkat daerah terkait, serta seluruh peserta apel.
Dalam sambutannya, AKBP Wendi Oktariansyah menyampaikan bahwa Provinsi Jambi merupakan bagian strategis dari koridor Jalan Lintas Timur Sumatera yang menuntut penyelenggaraan lalu lintas yang tertib, aman, lancar, dan berkeselamatan. Namun, evaluasi menunjukkan masih adanya permasalahan serius terkait keselamatan jalan.
Sepanjang tahun 2025 tercatat 20 kasus kecelakaan lalu lintas, dengan rincian 11 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat, dan 12 orang luka ringan, serta kerugian materiil mencapai Rp81 juta. Sementara jumlah pelanggaran lalu lintas yang ditangani tercatat sebanyak 13.893 kasus.
“Data ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa keselamatan berlalu lintas masih merupakan tantangan nyata yang harus ditangani secara serius, terencana, dan berkelanjutan. Di balik angka-angka tersebut, terdapat nyawa manusia, keluarga yang kehilangan orang terkasih, serta dampak sosial ekonomi yang tidak sedikit,” ujar Kapolres.
Operasi Patuh Sinjai 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.” Kapolres kembali menegaskan bahwa keselamatan jalan bukan tanggung jawab Polri saja, melainkan butuh sinergi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
“Operasi ini lebih mengutamakan pendekatan preventif, edukatif, persuasif, dan humanis, disertai penegakan hukum yang tegas namun berkeadilan — bukan sekadar memberi sanksi, melainkan membangun kesadaran bersama” terangnya.
Lima langkah strategis yang ditekankan kepada seluruh personel diantaranya deteksi dini titik rawan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan. Edukasi dan sosialisasi keselamatan berkendara secara luas,penegakan hukum profesional, berkeadilan, dan berimbang.
Manajemen informasi yang akurat guna menangkal hoaks,sinergi lintas instansi dan pelayanan prima kepada masyarakat.
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas, disiplin, dan menghindari penyalahgunaan wewenang dalam bertugas. “Kewenangan yang kita miliki adalah amanah untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,”pungkasnya ( Chairul Botax)