SAROLANGUN POST – Ketegasan sikap yang disertai pendekatan persuasif dan solutif yang diambil oleh Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., dalam menanggapi kasus insiden kekerasan yang terjadi di wilayah hukumnya akhirnya membuahkan hasil yang sangat menggembirakan dan kondusif bagi semua pihak.
Berdasarkan informasi yang terverifikasi di lapangan, sebanyak lima warga yang berasal dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD) dan berdomisili di wilayah Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, telah hadir secara sukarela dan penuh kesadaran untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang atau aparat penegak hukum.
Langkah bijak dan kooperatif ini diambil oleh pihak kepolisian guna memenuhi panggilan serta menjalani proses pemeriksaan hukum secara transparan .Terkait peristiwa pengeroyokan yang menimpa seorang anggota personel militer dari Batalyon Infanteri (Yonif) TP 896/Serumpun Pseko yang sedang bertugas di wilayah tersebut.
“Sekarang ini lima warga SAD tersebut sudah kami giring dan arahkan menuju ke Polres Sarolangun untuk menjalani serangkaian proses hukum yang berlaku,” terang Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah SIK MH pada awak media ,Minggu 30 Agustus 2026.
Disebutkannya kembali ,penyerahan diri ini merupakan respons nyata terhadap ultimatum yang dikeluarkannya ,serta seruan yang disampaikan sebelumnya guna menyelesaikan masalah pengeroyokan ini ditempuh melalui jalur hukum .
” Sehingga fakta kejadian dapat terungkap seutuhnya dan keamanan di tengah masyarakat dapat segera pulih kembali “pungkasnya ( Chairul Botax)












