Example 468x60
DaerahDesa Membangun

Paguyuban Keluarga Jawa Meriahkan HUT RI ke-81  Gelar Kesenian Jaranan dan Kuda Lumping

399
×

Paguyuban Keluarga Jawa Meriahkan HUT RI ke-81  Gelar Kesenian Jaranan dan Kuda Lumping

Sebarkan artikel ini

SAROLANGUN POST– Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semakin hidup dan berwarna berkat kehadiran kesenian tradisional.

Paguyuban Keluarga Jawa di Singkut – Sarolangun  menggelar pementasan seni budaya jaranan dan kuda lumping yang memukau ratusan warga yang memadati lokasi acara pada Minggu malam,23  Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Bukit Murau Kecamatan Singkut ini menjadi salah satu ajang pelestarian sekaligus ungkapan syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan irama gamelan yang menggema dan gerakan para penari yang lincah serta penuh semangat, pementasan jaranan dan kuda lumping sukses menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Kepala Desa Argo Sari, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Nurdin Joko Prasetyo, SH sebagai pihak panitia PKJ Cipta Manunggal Singkut – Sarolangun.Mengucapkan terima kasih kepada semua pihak  atas suksesnya acara Paguyuban Keluarga Jawa ( PKJ ) Cipta Manunggal Singkut – Sarolangun yang menggelar Seni Jaranan Campur Sari dan kuda lumping dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke 81 Tahun 2026 .

“Momen HUT RI ke-81 ini kami jadikan wadah untuk menumbuhkan rasa cinta budaya sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Jaranan dan kuda lumping adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga, tidak dibiarkan pudar ditelan zaman. Semoga ke depannya generasi muda semakin bangga dan banyak yang  ikut melestarikan budaya kita disini ” ujarnya pada Sarolangun Post.

Terlihat warga yang hadir tampak antusias menyaksikan setiap atraksi yang ditampilkan, sesekali memberikan tepuk tangan dan mengabadikan momen penuh kebahagiaan tersebut.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi bukti bahwa budaya tradisional tetap relevan dan mampu menyatukan keberagaman di tengah masyarakat ” tambahnya .

Paguyuban Keluarga Jawa lanjutnya lagi ,terus berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa di masa mendatang, baik dalam rangka memperingati hari besar nasional maupun sebagai agenda rutin pembinaan kesenian, agar warisan budaya tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi penerus.( Chairul Botax)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *