Example 468x60
BeritaDaerahDesa MembangunEkonomi & BisnisHukum & KriminalInternasionalKesehatanOtomotif

Anggota DPR RI Drs. H. Cek Endra Hadiri Haul ke-23 Buya Salek dan Haul ke-7 KH. Muhammad Arifin Ilham: Lestarikan Ajaran Ulama dan Jangan Tinggalkan Agama di Tengah Kesibukan

313
×

Anggota DPR RI Drs. H. Cek Endra Hadiri Haul ke-23 Buya Salek dan Haul ke-7 KH. Muhammad Arifin Ilham: Lestarikan Ajaran Ulama dan Jangan Tinggalkan Agama di Tengah Kesibukan

Sebarkan artikel ini

SAROLANGUN POST – Suasana khidmat dan penuh keharuan menyelimuti Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an KH. Muhammad Salek (Buya Salek) di Desa Penegak, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, Senin (24/8/2026).

Tempat tersebut menjadi saksi berlangsungnya Peringatan Haul ke-23 Almarhum KH. Muhammad Salek sekaligus Haul ke-7 Almarhum KH. Muhammad Arifin Ilham, yang dirangkai dengan kegiatan Dzikir Akbar.

Acara ini dihadiri oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Golkar ,Drs. H. Cek Endra, yang turut hadir bersama para ulama, tokoh masyarakat, jajaran pemerintahan, serta ribuan jamaah yang datang dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya yang sarat akan kenangan dan pesan mendalam, Drs. H. Cek Endra membuka ceritanya dengan mengenang perjalanan silaturahmi pertamanya bertemu Buya Salek jauh di masa lalu, tepatnya pada tahun 2003.

Saat itu, beliau masih aktif bekerja di Jakarta. Atas pesan dan amanah dari orang tuanya, setiap kali pulang kampung ke Sarolangun, misi utamanya adalah untuk menyempatkan diri menemui ulama karismatik tersebut guna memohon doa restu dan berkah.

Pertemuan yang terkesan sederhana itu ternyata menjadi titik awal perjalanan hidup yang penuh berkah, tidak hanya bagi dirinya dalam mengemban amanah publik, tetapi juga membawa dampak positif bagi kemajuan daerah Sarolangun hingga hari ini.

Lebih jauh lagi, Cek Endra menegaskan hakikat dan makna diadakannya acara peringatan para ulama ini. Menurutnya, haul bukan sekadar rutinitas seremonial atau pertemuan biasa semata, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab dan kewajiban suci bagi generasi penerus.

“Kita berkumpul di sini karena memiliki tugas mulia untuk meneruskan cita-cita luhur serta mengamalkan seluruh ajaran, nilai, dan ilmu yang pernah ditanamkan dan diajarkan oleh para ulama terdahulu kepada kita,” ujarnya dengan tegas.

Di hadapan para pejabat, tokoh masyarakat, dan jamaah, politisi senior yang juga putra daerah Sarolangun ini menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati dan menjadi renungan bersama.

Beliau mengingatkan agar siapa pun yang memegang jabatan atau amanah pemerintahan jangan sampai terhanyut dalam kesibukan duniawi hingga menjauhkan diri dari ajaran agama.

“Kepada Bapak Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, beserta seluruh pejabat pemerintah di lingkungan manapun, saya berpesan: jangan pernah menganggap kegiatan keagamaan ini mengganggu tugas pokok dan fungsi kita sebagai pelayan masyarakat. Justru sebaliknya, agamalah fondasi utama yang menjaga hidup kita, menuntun kita pada kebenaran, dan menyelamatkan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya dengan lantang di hadapan peserta rapat.

Mengingat kembali masa-masa keemasan pembinaan karakter di daerah ini, Cek Endra mengangkat kembali berbagai program keagamaan yang pernah digalakkan dan terbukti memberikan dampak luar biasa bagi pembentukan akhlak generasi muda.

Di antaranya adalah kewajiban bagi anak-anak sekolah untuk membaca Surat Yasin secara berjamaah setiap hari Jumat, sistem kelulusan yang tidak hanya menyerahkan ijazah akademik tetapi juga sertifikat khatam Al-Qur’an yang ditandatangani pimpinan daerah, serta kebiasaan mulia membaca dan mengaji Al-Qur’an selama 15 menit tepat sebelum jam pelajaran dimulai di sekolah.

Program-program tersebut, menurut evaluasi beliau, tidak memberatkan anggaran negara maupun mengganggu jadwal belajar mengajar, melainkan justru menjadi sumber keberkahan, ketenangan jiwa, dan pembentukan karakter yang kokoh bagi pelajar.

Selain berbagi pesan spiritual, selaku Dewan Pembina Yayasan Buya Salek, Cek Endra menyuarakan harapan agar seluruh pihak—termasuk Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Kabupaten Sarolangun—bersatu padu memberikan dukungan nyata demi kemajuan lembaga pendidikan ini.

Kepada Bapak Gubernur, Bupati, dan seluruh pemangku kepentingan, HCE  memohon perhatian dan dukungan terbaik untuk pengembangan Pondok Pesantren Buya Salek ini. Potensi tempat ini sangat besar, tanahnya masih sangat luas dan terbuka untuk dikembangkan menjadi pusat pendidikan yang lebih maju.

“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga kepada Adinda H. Lukman beserta seluruh pengurus yayasan, guru, dan relawan yang terus berjuang keras membanting tulang memajukan pondok ini meski dengan segala keterbatasan yang ada. Masih banyak hal yang perlu dilengkapi dan dibenahi di sini, maka mari kita bergandengan tangan, saling melengkapi kekurangan satu sama lain demi kebaikan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya penuh harap.

Acara peringatan Haul ini berlangsung dalam suasana yang sangat khidmat, emosional, dan penuh kebersamaan. Diisi dengan rangkaian dzikir panjang, doa bersama, dan renungan spiritual, pertemuan ini menanamkan harapan kuat bahwa nilai-nilai luhur warisan Buya Salek serta KH. Muhammad Arifin Ilham akan terus hidup, terjaga, dan diwariskan secara utuh kepada generasi penerus di Sarolangun maupun di seluruh Provinsi Jambi.( Chairul Botax)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *