SAROLANGUN – Dampak musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Sarolangun tahun ini, mulai berdampak serius pada suplai air bersih yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PERUMDA) Tirta Sako Batuah, terutama untuk pelanggan yang berada wilayah Singkut dan sekitarnya.

Hal tersebut disebabkan Intek di Desa Pulau Aro Kecamatan Pelawan yang bersumber dari sungai Batang Asai mengalami kekeringan akibat rendahnya intensitas hujan menjadi salah satu faktor utama terganggunya pasokan air bersih.
Direktur PDAM Tirta Sako Batuah, Mulyadi.SE, saat diwawancarai disela rapat paripurna DPRD Tingkat I Tahap 1 dalam rangka penyampaian nota pengantar rancangan KUA dan rancangan PPAS APBD Kabupaten Sarolangun Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Sarolangun pada Senin (20/07/2026) sore, mengatakan dampak kekeringan pada Intek Pulau Aro menggangu pasokan air bersih bagi 3 ribu pelanggan yang berada di wilayah Singkut.
“Saat ini upaya kita, melakukan pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki, ini juga belum bisa memenuhi kebutuhan pelanggan, karena kita cuma punya 1 unit mobil tangki,” ujar Mulyadi.
Meskipun mengalami kendala, PDAM Tirta Sako Batuah terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Singkut dengan mengandalkan sumber air dari sumur bor yang berada di lokasi patok 16 di Desa Pasar Singkut itu pun hanya mampu memasok sekitar rumah 300 pelanggan.
Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan suplai air bersih yang mungkin dirasakan oleh warga selama musim kemarau ini.
“Kami juga memohon maaf apabila dalam pelayanan ini terjadi ketidakcukupan penyuplaian air. Itu bukan karena disengaja, tetapi karena faktor alam.” ungkap Dir PAM itu. (Ang)












