
SAROLANGUN POST – Sekolah Nahdlatul Ulama ( NU) Singkut hadir sejak tahun 2016 ,sebagai alternatif pendidikan unggulan dalam bidang keislaman berbasis Ahlussunah Waljama”ah An- Nahdliyah ( Aswaja) kebangsaan dan kecendikiaan .
Bertujuan Mengkader generasi baik bangsa agar siap dan tangguh guna meneruskan cita-cita kemerdekaan NKRI .Yang telah diperjuangkan para ulama dan para pendiri bangsa .Didukung para pendidik yang ahli serta berdedikasi karakter tinggi dan sesuai dengan kompetensi sesuai bidang keahliannya.
” Sekolah NU Singkut sekarang ini menerima murid baru berbasis Pesantren.Unit pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qur’an,SMP Nahdlatul ulama dan SMA Nahdlatul Ulama dimulai pada Gelombang I dari 1 April – 30 Mei 2026 , gelombang II 30 Mei – 30 Juni 2026″ terang Kepsek SMP Nahdlatul Ulama Singkut , Arip Pantoro M.Pd pada Sarolangun Post ,Senin 27 April 2026.
Program unggulan disekolah yang dipimpinnya diantaranya Tahfidzul Qur’an 30 Juz ,kajian kitab kuning /kitab salaf ,baca tulis Al-Qur’an metode Qiro’ati , pengkaderan IPNU dan IPPNU , pembelajaran komputer dasar dan kursus bahasa Arab dan Inggris.
Sedang bidang extra kurikuler dari harian Tahsin bacaan Al-Quran, praktek ibadah sedangkan mingguan pencak silat NU Pagar Nusa ,Muhadloroh pidato bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.” Kemudian kegiatan,Pramuka ,banjari , Qiro’ah /Tilawah dan lain sebagainya ” jelasnya lagi .
Hal yang sama juga diungkapkan Kepsek SMA Nahdlatul Ulama Singkut ,Kardi SPd menurutnya tempat pendaftaran penerimaan murid baru dapat datang langsung ke Komplek Sekolah NU Singkut.
” Beralamat Desa Pasar Singkut Patok 31 Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi” tuturnya
Kemudian yang patut diketahui publik Visi sekolah terwujudnya sekolah NU sebagai sekolah rujukan dalam pembentukan karakter keislaman dan kebangsaan serta kecendikiaan anak didik .
” Misi sekolah mengembangkan sekolah unggul dalam menyelenggarakan pendidikan karakter keislaman dan kebangsaan.Mengembangkan sekolah NU yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan karakter kecendikiaan” pungkasnya ( Chairul Botak)













