Example 468x60
BeritaDaerahDesa MembangunHukum & KriminalPendidikan

Lapas Sarolangun Lakukan Pembinaan Kerohanian Terhadap Warga Binaan

753
×

Lapas Sarolangun Lakukan Pembinaan Kerohanian Terhadap Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

 

SAROLANGUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus berkomitmen dalam melaksanakan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan rutinan kerohanian. Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas pembinaan didampingi peserta magang pada bagian pembina kepribadian dan bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Sarolangun.

Kegiatan kerohanian tersebut dilaksanakan secara teratur setiap hari kerja dengan berbagai bentuk aktivitas keagamaan. Pada hari Senin diisi dengan kegiatan mengaji Al-Qur’an, Selasa membaca Iqra, Rabu tahfiz Al-Qur’an dengan ketentuan wajib setoran hafalan minimal lima ayat, Kamis ceramah keagamaan dari Kementerian Agama (Kemenag), serta Jumat ceramah keagamaan yang disampaikan oleh pihak pesantren.

Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Kasubsi Registrasi dan Bimkemas) Lapas Kelas IIB Sarolangun, Arsyad, mengatakan, bahwa pihaknya merasa sangat bersyukur dengan adanya peserta magang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Program kerohanian sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun belum berjalan secara teratur. Saat ini, berkat dukungan peserta magang, kegiatan dapat dilaksanakan secara rutin dan lebih terarah,”kata Arsyad.

Selain itu, para WBP juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan kerohanian yang dilaksanakan.

Melalui program pembinaan kerohanian ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun berharap para WBP dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbaiki sikap serta perilaku, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali dan berinteraksi di tengah masyarakat.

“Kami berharap, dengan berjalannya program ini, sekembalinya warga binaan ketengah-tengah masyarakat, dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik serta dapat mengimplementasikan nilai-nilai agama,”pungkasnya. (Ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *