SAROLANGUN – Musibah banjir yang melanda Kabupaten Sarolangun pada Minggu (25/04/2026) malam, menyebabkan 4 Jembatan Gantung putus, 1 rusak berat akibat diterjang banjir. Peristiwa tersebut terjadi setelah debit air Sungai Narso, Sungai Batang Asai dan Sungai Tembesi meningkat tajam akibat curah hujan tinggi.
Tekanan air yang kuat disertai material hanyut seperti kayu dan lumpur menghantam struktur Jembatan Gantung hingga akhirnya tidak mampu bertahan dan ambruk.
Akibat putusnya Jembatan tersebut, mobilitas warga untuk mendistribusikan logistik jadi terhambat, seperti di Desa Bukit Berantai Kec Batang Asai. Anak-anak Sekolah tidak bisa menyeberang karena serana penghubung satu-satu di Desa ini putus di terjang derasnya air Sungai Narso.
Kemudian Jembatan Gantung di Desa Tanjung Gagak, Desa Muara Lati dan Desa Pulau Melako Kec Bathin VIII mengalami hal serupa yaitu putus total akibat terjangan air Sungai Tembesi. ketiga Jembatan ini merupakan serana vital bagi masyarakat setempat untuk menuju lokasi perkebunan.
Sementara di Desa Teluk Kecimbung Kec Bathin VIII, Jembatan Gantung yang menghubungkan antar dusun di Desa ini, mengalami rusak berat akibat diterjang banjir. dari pantauan Sarolangunpost.com pada Senin (27/04/2026) kondisi air sudah surut.
Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Daerah bersama instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan darurat dalam melakukan perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir, termasuk Jembatan Gantung di Desa Pulau Aro Kec Pelawan yang berberapa waktu lalu juga terjungkal akibat abrasi Sungai Batang Asai. (Ang)













