SAROLANGUN – Puluhan masyarakat yang berasal dari 5 Desa yaitu Desa Tanjung, Desa Pulau Lintang Kec Bathin VIII, Desa Tanah Abang Kecamatan Pamenang, Desa Sungai Baung Kecamatan Sarolangun dan Desa Pangkal Bulian Kecamatan Pauh .
Pada hari Kamis (09/04/2026) melakukan blokade jalan menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT KDA yang berada di Desa Tanjung.
Dalam aksi damai yang juga diikuti oleh para Kades dari 5 Desa itu, menuntut pihak manajemen pabrik agar mencabut kebijakan SGS yang diberlakukan oleh pihak manajemen pabrik yang tidak lagi menerima tandan buah segar (TBS) milik petani yang berat dibawah 5 kilogram.
Irwan Akili yang juga Kepala Desa Tanjung saat diwawancarai, berharap pihak manajemen pabrik dapat menerima kembali TBS milik petani yang masak diatas 3 kilogram dengan sistem sortir manual, serta memperhatikan Desa- Desa disekitar perusahaan.
“Selama 26 tahun tidak masalah, namun sejak diberlakukan sistem SGS oleh pihak perusahaan. jangankan buah berat 3 kilogram, buah yang berat 10 kilogram tidak masuk,” terangnya.
Pada kesempatan itu, dirinya pun berharap pihak perusahaan dapat memberi kelonggaran untuk menerima kembali buah milik masyarakat sekitar perusahaan.
“Setelah dilakukan pemilihan sistem SGS, tolong dibantu buah milik masyarakat kami yang layak menurut kategori perusahaan.” katanya.
Dari pantauan dilapangan aksi yang berlangsung tertib, sempat dilakukan mediasi antara perwakilan masyarakat dengan pihak perusahaan yang ditengahi pihak Kepolisian dan Kecamatan Bathin VIII, namun belum membuahkan hasil.
“Belum ada keputusan. Kami masih menunggu hasil dari pimpinan tertinggi perusahaan. jika dalam satu bulan tidak ada kejelasan, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan kembali melakukan aksi kembali.” sambung Irwan. (Ang)












