Example 468x60
BeritaDaerahDesa MembangunHukum & KriminalPendidikan

PETI di Sarolangun Kembali Menelan Korban Jiwa, Empat Penebeng Tewas Tertimbun

322
×

PETI di Sarolangun Kembali Menelan Korban Jiwa, Empat Penebeng Tewas Tertimbun

Sebarkan artikel ini

 

SAROLANGUN – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun kembali memakan korban jiwa. empat orang penebeng (pendulang emas) meninggal dunia diduga akibat tertimbun material, sedang satu orang lagi hanya mengalami cidera ringan.

Berdasarkan keterangan yang diterima awak media ini dari pihak Kepolisian pada Kamis (19/02/2026) malam, Insiden tersebut terjadi pada minggu siang (15/2/2026) di lokasi PETI yang diduga milik, an Yahya yang berada di Km.18 Desa Teluk Kecimbung Sungai Batu Putih Selembau Kecamatan  Bathin VIII Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.

Adapun korban yang meninggal dunia, Zai (31) warga Desa Karang Jaya Kab Musi Rawas Utara, Serli (26) warga Desa Macang Kabupaten Musirawas Utara, Agus, (40) warga provinsi Bengkulu, kemudian Kadir (40) warga Desa Aur Gading Kecamatan Bathin XXIV Kabupaten  Batang Hari, yang terakhir Raka alias Bocil (16) warga Provinsi Bengkulu, hanya mengalami luka memar.

Dijelaskan Kasi Humas Polres Sarolangun, IPTU Andi Supriadi, pasca kejadian pihak kepolisian telah melakukan cek TKP dan memasang spanduk penyelidikan Sat Reskrim Polres Sarolangun.

Hal tersebut sehubungan dengan adanya peristiwa masyarakat yang tertimbun tanah di aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).Dilokasi kejadian serta melakukan penyelidikan terhadap pemilik lahan tambang.

Minimnya standar keselamatan kerja di lokasi tambang ilegal diduga menjadi faktor tingginya risiko kecelakaan kerja, sehingga aktivitas PETI, berulang kali menelan korban jiwa.

Insiden di Km.18 Desa Teluk Kecimbung Sungai Batu Putih Selembau ini menambah daftar panjang kecelakaan maut di lokasi PETI.

Dimana sebelumnya kejadian serupa terjadi pada Senin (20/01/2026) di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Dua belas orang menjadi korban. dimana sebanyak delapan orang meninggal dunia, empat orang mengalami cidera akibat tertimbun material tanah. (Ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *