Example 468x60
BeritaDaerahPendidikan

Pramuka SMAN 2 Sarolangun Bagikan Masker ,Setetes Bakti di Tengah Kabut Asap yang Melanda Singkut

187
×

Pramuka SMAN 2 Sarolangun Bagikan Masker ,Setetes Bakti di Tengah Kabut Asap yang Melanda Singkut

Sebarkan artikel ini

SAROLANGUN — Kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kabupaten Sarolangun, khususnya di Kecamatan Singkut, belakangan ini menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Kualitas udara yang belum membaik membuat aktivitas warga sedikit terganggu, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Menyikapi kondisi tersebut, Gerakan Pramuka SMA Negeri 2 Sarolangun mengambil inisiatif yang patut diapresiasi tinggi ,dengan turun langsung ke tengah masyarakat membagikan masker secara gratis.

Kegiatan bakti sosial yang bertajuk “Setetes Bakti di Tengah Asap” ini dilaksanakan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Puluhan siswa-siswi yang tergabung dalam Pasukan Pramuka SMAN 2 Sarolangun bergerak ke titik-titik keramaian dan jalan utama di wilayah Kecamatan Singkut.

Dengan tertib, sopan, dan penuh semangat, mereka mendatangi warga yang melintas, menyerahkan masker, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang belum bersih.

Para siswa disela itu juga menyampaikan pesan-pesan sederhana namun penting  gunakan masker setiap kali keluar rumah, kurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, perbanyak minum air putih, dan istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

Aksi sederhana ini ternyata disambut sangat baik oleh warga. Banyak yang merasa terbantu dan terharu melihat anak-anak muda peduli pada lingkungan dan sesama.

Kepala SMA Negeri 2 Sarolangun, Surminyanti, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi awak media membenarkan kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepedulian para siswa.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan sesama. Semoga langkah kecil ini membawa manfaat yang luas dan menjadi ladang pahala bagi seluruh siswa, guru, serta pihak yang mendukung kegiatan mulia ini. Harapan kami, semoga kabut asap segera berlalu dan masyarakat tetap dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Surminyanti.

Sekaligus menjadi pembelajaran berharga bagi para siswa, bahwa kepedulian tidak harus menunggu dewasa. Di usia sekolah, mereka sudah bisa berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Semoga aksi mulia ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak kalangan untuk peduli terhadap kesehatan dan keselamatan sesama” pungkasnya ( Chairul Botax)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *