Example 468x60
BeritaDaerah

Anggota DPR RI  H.Cek Endra Bersama  Kementerian Lingkungan Hidup  Sosialisasikan Program Kampung Iklim di Singkut

526
×

Anggota DPR RI  H.Cek Endra Bersama  Kementerian Lingkungan Hidup  Sosialisasikan Program Kampung Iklim di Singkut

Sebarkan artikel ini

SAROLANGUN POST— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI kembali menyambangi Kecamatan Singkut dalam rangka masa reses, kali ini didampingi langsung oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mensosialisasikan Program Kampung Iklim (Proklim). Kehadirannya disambut hangat oleh para tokoh masyarakat ,  agama ,tokoh adat ,pemuda beserta ratusan warga .

Dalam sambutannya, anggota DPR RI Drs H.Cek Endra  yang juga merupakan Tenaga Ahli di lembaga tersebut menyampaikan rasa syukur atas kehadiran seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Singkut bukanlah yang pertama kalinya, melainkan sudah menjadi kebiasaan di setiap masa reses untuk selalu hadir dan mendengar aspirasi masyarakat setempat.

“Saya sengaja hadir lagi di Singkut ini. Mungkin dari sekian banyak anggota DPR RI yang turun ke sini, saya termasuk yang paling sering datang. Hampir setiap titik dan setiap masa reses, saya pasti ke Singkut,” ucapnya disambut senyum hangat warga,Selasa 12 Oktober 2026.

Kali ini, kedatangannya didampingi tim dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mensosialisasikan Program Kampung Iklim. Ia menyampaikan bahwa dari sekian banyak kabupaten di Indonesia, hanya tiga yang dipilih untuk menerima sosialisasi ini, dan Kabupaten Sarolangun merupakan salah satunya.

“Ini bukan kebetulan semata. Program Kampung Iklim ini dibuat pemerintah karena kesadaran bahwa menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Semua harus mulai dari rumah tangga. Mulai dari kita sendiri di rumah,” tegasnya.

Keprihatinan atas kondisi sungai yang semakin memprihatinkan menjadi poin yang paling ditekankan adalah keprihatinan mendalam atas kondisi sungai-sungai di wilayah Sarolangun dan Jambi secara umum. Ia mengenang masa kecilnya ketika air Sungai Batang Asai dan Sungai Tembesi masih jernih dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.

“Dua puluh tahun lalu, air sungai ini jernih. Sungai ini menghidupi dua belas kabupaten. Dulu saya masih kecil, ikut Datuk yang menjabat Camat di Batang Asai, dan sungai ini tempat kami mandi dan berenang dengan bebas. Sekarang? Airnya sudah keruh, bahkan tidak bisa lagi kita pakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Ia juga telah menyampaikan kondisi ini langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta. “Saya sudah sampaikan ke Pak Menteri jangan tunggu sampai sungai-sungai kita tidak bisa lagi dimanfaatkan, baru kita bergerak. Itu sudah terlambat,” katanya.

Anggota Komisi XII DPR RI ini juga menjelaskan peran komisi yang ia wakili, yang bersinergi dengan tiga kementerian utama: Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kementerian Investasi.

Ia menyebutkan bahwa di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia, pengelolaan sumber daya alam termasuk emas, timah, minyak, dan batu bara. Berada di bawah kementerian ESDM. Namun, penting untuk diingat kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.

“Kita tidak anti tambang, kita tidak anti-pembangunan. Tapi yang saya perjuangkan adalah bagaimana pembangunan itu tidak meninggalkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki. Jambi hanya dapat ‘hilirisasi sungainya yang keruh’, bukan hasil industrinya. Itu yang terus saya perjuangkan agar ke depannya tidak lagi seperti itu,”tambahnya .

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat , termasuk peran aktif ibu-ibu melalui PKK  untuk mulai peduli dari hal-hal kecil. Menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, dan menanam kesadaran kepada generasi muda adalah langkah awal yang sangat berharga.

“Kepedulian dimulai dari rumah kita masing-masing. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi” pesannya menutup kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan tersebut.( Chairul Botax)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *