Example 468x60
BeritaDaerahDesa Membangun

Bupati H.Hurmin Letak Batu Pertama Pembangunan SD Negeri 129/VII Benteng Tinggi

196
×

Bupati H.Hurmin Letak Batu Pertama Pembangunan SD Negeri 129/VII Benteng Tinggi

Sebarkan artikel ini

 

SAROLANGUN — Bupati Sarolangun H. Hurmin pada Jum’at (28/08/2026) pagi, melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD Negeri 129/VI Dusun Benteng Tinggi, Desa Panca Karya, Kecamatan Limun melalui Program revitalisasi tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi tanda dimulainya pembangunan sekaligus langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan di pedesaan.

Revitalisasi sekolah ini diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih layak, aman dan nyaman bagi para siswa. dengan fasilitas pendidikan yang semakin baik, proses belajar mengajar diharapkan berjalan lebih optimal.

Dibawah kepemimpinan Bupati H.Hurmin, Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus berupaya melakukan peningkatan sarana dan pesarana Pendidikan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Dengan fasilitas pendidikan yang baik, kita berharap anak-anak Sarolangun dapat belajar dengan nyaman dan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” ujar H.Hurmin.

Dalam kesempatam tersebut, H.Hurmin berharap semua pihak dapat mengawal proses revitalisasi agar berjalan dengan baik sesuai perencanaan, sehingga pembangunan bisa manfaat langsung bagi dunia pendidikan di wilayah Dusun Benteng Tinggi dan Desa Panca Karya.

“Revitalisasi SD Negeri 129/VII bukan hanya pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi penerus yang berilmu, berkarakter.” sambungnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun Drs. H. Arsyad, SH.,M.Pd.I, Kepala Bappeda Sarolangun Ali Umar, S.Pd.,M.Si, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sarolangun Sahrudin, SE, MM, Camat Limun Masri, SH, Korwil Pendidikan Kec Limun dan tokoh masyarakat setempat. (Ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *