Example 468x60
BeritaDaerah

23 Tahun Menanti, Warga Dusun Trans 3 Sepintun Bersama Jajaran Pemkab Sarolangun Bangun Jalan Beton Secara Gotong Royong

577
×

23 Tahun Menanti, Warga Dusun Trans 3 Sepintun Bersama Jajaran Pemkab Sarolangun Bangun Jalan Beton Secara Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

SAROLANGUN – Setelah menanti pembangunan infrastruktur selama lebih dari dua dekade, masyarakat Dusun Trans 3, Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, akhirnya hari ini Rabu, 26 Agustus 2026, mulai membangun akses jalan di wilayah mereka secara gotong royong.

Pembangunan jalan tersebut menjadi wujud kolaborasi antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas PUPR, khususnya UPTD Alkal. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan dapat membuka akses dan meningkatkan mobilitas warga yang selama ini terkendala kondisi jalan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun, Arif Hamdani, ST, melalui UPTD Alkal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung visi dan misi Bupati Sarolangun H. Hurmin, SE dan Wakil Bupati Gerry Trisatwika dalam memperkuat pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa.

Dusun Trans 3 sendiri disebut belum tersentuh pembangunan infrastruktur jalan secara memadai selama sekitar 23 tahun. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus bergotong royong untuk mewujudkan jalan yang lebih layak bagi kepentingan bersama.

Dalam pembangunan ini, Dinas PUPR melalui UPTD Alkal memberikan dukungan material berupa semen dan sirtu. Selain itu, Bupati Sarolangun H. Hurmin juga turut memberikan bantuan pribadi sebanyak 50 sak semen untuk mendukung percepatan pembangunan jalan tersebut.

Tak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, masyarakat Desa Sepintun juga menunjukkan semangat gotong royong dengan menyiapkan berbagai kebutuhan pembangunan, seperti besi/warmes, papan, plastik dan material pendukung lainnya.

Kepala UPTD Alkal, Rahmad Idham, mengatakan pembangunan jalan tersebut ditargetkan menggunakan konstruksi rigid beton, sehingga diharapkan dapat memberikan akses yang lebih kuat dan tahan lama bagi masyarakat.

Semangat gotong royong ini menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kolaborasi dengan masyarakat.

Dengan dibangunnya akses jalan tersebut, masyarakat berharap mobilitas warga semakin mudah, aktivitas ekonomi semakin lancar dan konektivitas Dusun Trans 3 dengan wilayah lainnya dapat meningkat.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas PUPR berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk membuka akses jalan di wilayah yang selama ini masih membutuhkan perhatian.

Bagi warga Dusun Trans 3, pembangunan jalan ini bukan sekadar pembangunan fisik. Setelah penantian selama 23 tahun, jalan tersebut menjadi harapan baru untuk membuka akses, memperlancar aktivitas dan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.

Kegiatan gotong royong tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Hal ini dikatakan Bupati Sarolangun H Hurmin dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Gotong royong merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan kepedulian kita terhadap lingkungan. Kegiatan seperti ini juga menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, budaya gotong royong merupakan nilai yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antarwarga.

“Melalui gotong royong, kita tidak hanya membersihkan dan membenahi lingkungan, tetapi juga mempererat silaturahmi, membangun kekompakan serta menumbuhkan rasa saling peduli antarsesama,” katanya.

Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di tengah masyarakat. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman dan nyaman. (Aang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *