Example 468x60
BeritaHukum & Kriminal

Romi Yanto : Sebut Bos Tempat Almarhum Anaknya Kerja Sudah Empat Kali Janji Datang

571
×

Romi Yanto : Sebut Bos Tempat Almarhum Anaknya Kerja Sudah Empat Kali Janji Datang

Sebarkan artikel ini
SAROLANGUN — Ayah almarhum Dimas, Romi Yanto (38) mengatakan, pihak keluarga saat ini masih menunggu kejelasan mengenai penyebab kematian Dimas. Ia berharap proses otopsi yang dilakukan oleh tim Sidokkes Polres Sarolangun bersama tim Biddokkes Polda Jambi dapat memberikan kepastian mengenai kematian anaknya di Lokasi PETI Desa Sungai Salak Baru Kec Batang Asai.
“Harapan saya sebagai bapak kandungnya, meminta yang sebenar-benarnya terjadi. Apa kepastian dari hasil otopsi nanti, apa yang sebenarnya terjadi, itulah yang kita harapkan. Kita meminta agar persoalan tersebut bisa dibuka dan menjadi terang benderang serta kebenarannya dapat terungkap,” ujar Romi diselah Otopsi jenasah Dimas pada Rabu (19/08/2026)
Diakui Romi, hingga saat ini. pihak atau Bos tempat almarhum anak bekerja belum datang menemui keluarga. Ia menyebut sudah empat kali pihak tersebut berjanji akan datang, namun kedatangan itu belum juga terealisasi.
“Sudah empat kali berjanji mau datang, namun hanya janji-janji saja,” sebut Romi.
Tokoh Masyarakat Soroti Sikap Pemerintah Desa dan Lembaga Adat Pulau Salak Baru Kecamatan Batang Asai
Terpisah, seorang tokoh masyarakat dan tokoh adat Desa Taman Dewa mengatakan, dalam sebuah peristiwa kecelakaan kerja yang menyangkut nyawa seseorang, seharusnya ada langkah-langkah yang lazim dilakukan oleh pemerintah desa maupun lembaga adat.Menurutnya, terlepas dari persoalan hukum yang saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian, pemerintah desa dan lembaga adat seharusnya dapat hadir untuk bersilaturahmi serta menunjukkan kepedulian kepada keluarga yang sedang mengalami musibah.
Ia menilai persoalan seperti ini semestinya ada komunikasi musyawarah dengan mengedepankan adat istiadat dan hubungan kekeluargaan antar warga maupun antar desa.
Namun, hingga saat ini, menurut keterangan yang disampaikan, pemerintah Desa Sungai Salak Baru, Kecamatan Batang Asai, maupun lembaga adat setempat disebut belum datang untuk duduk bersama keluarga Dimas maupun Pemerintah Desa Taman Dewa.
Sementara itu, Kepala Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin, Dicky Hermansyah, saat dikonfirmasi di lokasi pemakaman umum seusai menghadiri kegiatan otopsi terhadap jenazah Dimas, berharap kasus tersebut dapat segera terungkap secara jelas.
Dicky mengatakan, Pemerintah desa berharap proses penyelidikan dapat memberikan jawaban mengenai penyebab kematian Dimas. Ia juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adil dan tidak menimbulkan perselisihan antara Desa maupun Kecamatan di Kabupaten Sarolangun.
“harapan kami dari Pemdes Taman Dewa, kejadian ini terungkap dengan jelas. Itulah harapan kami,” ujarnya.
Terkait komunikasi dengan Pemerintah Desa Sungai Salak Baru, Dicky mengatakan pihaknya telah mendapatkan komunikasi dari kepala desa setempat.
“Sejauh ini pihak Pemerintah Desa Sungai Salak Baru, kepala desa ada menghubungi. Tentunya harapannya sama, namun beliau selaku Pj. Kepala Desa memberikan harapan yang sama dengan kami. Tapi ini tergantung pada pihak yang berkaitan dengan masalah ini,” terang Dicky. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *