SAROLANGUN — Menanggapi informasi yang beredar terkait penolakan pasien anak yang mengalami luka di Puskesmas Singkut, perawat yang bertugas saat itu, Yulendrianti didampingi dokter jaga , memberikan penjelasan lengkap kronologis kejadian yang sebenarnya.
Sebenarnya pihak Pukesmas Singkut bukan menolak pasien. Pasien sudah masuk ke ruangan dan langsung disambut oleh pihaknya untuk dilakukan pemeriksaan .
Sebagai Perawat Yulendrianti langsung memakai sarung tangan, menyiapkan kasa, lalu membuka dan memeriksa lukanya. Dalam bekerja pihaknya berpegang pada hati nurani.
“Karena apa yang kami lakukan bukan hanya tanggung jawab di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT.Yang paling utama adalah keselamatan pasien ” terangnya pada Sarolangun Post ,Selasa 11 Agustus 2026.
Langkah selanjutnya yang diambil memeriksa dan tekan lukanya dengan lembut. Luka tersebut diperkirakan sekitar sepuluh sentimeter. Ayah pasien menceritakan anaknya jatuh dari pagar yang cukup tinggi. Mengingat usia anak baru enam tahun dengan kulit yang masih tipis.
Yulendrianti khawatir ada benturan atau kerusakan di bagian dalam yang tidak terlihat. Jika hanya dijahit di luar, dikhawatirkan membahayakan kondisi anak ke depannya.
Sebagai perawat dirinya tidak berhak memutuskan apakah pasien bisa ditangani di sini atau tidak. Oleh karena itu pihaknya langsung menghubungi dokter yang berada di UGD .
Dokter kemudian menjelaskan bahwa kondisi pasien sebaiknya dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap karena pertimbangan risiko dan keselamatan pasien.
“Saya pun menyampaikan hal tersebut kepada ayah pasien dan menyarankan menggunakan ambulans yang tersedia” lanjutnya .
Setelah itu dirinya segera menghubungi pengemudi ambulans. Namun sebelum ambulans tiba, ayah pasien sudah membawa anaknya berangkat sendiri menggunakan kendaraan pribadi.Sejak saat itu, penanganan sudah bukan tanggung jawab Puskesmas Singkut lagi .
“Penjelasan ini meluruskan informasi yang beredar, bahwa pihak Puskesmas Singkut tidak pernah menolak pasien.Hal itu justru memprioritaskan keselamatan pasien dengan menyarankan rujukan .Demi penanganan medis yang lebih tepat dan aman” pungkasnya ( Chairul Botax)












