SAROLANGUN – Berdirinya bangunan pabrik milik PT Berkat Makmur Mandiri yang berlokasi di Rt 11A Dusun 4 Desa Sungai Gedang Kecamatan Singkut, memunculkan banyak pertanyaan dikalangan warga terutama yang berada sekitar pabrik. hal itu disebabkan minimnya informasi yang diperoleh warga dari pihak terkait. 
Dikatakan Masri warga Dusun 4, menyebutkan mulai dari pembebasan lahan hingga tahap pembangunan, masyarakat Dusun 4 maupun Dusun 2 tidak pernah dilakukan sosialisasi dari pemerintahan maupun pihak perusahaan, padahal menurutnya keberadaan pabrik yang berdiri sangat dekat dari pemukiman warga.
“Seingat saya tidak pernah ada sosialisasi dengan warga, mulai dari pembebasan lahan sampai saat ini bangunan sudah berdiri. kami sebagai warga, tidak dapat informasi baik dari pihak pihak pabrik maupun pemerintah.” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan Jiun warga Dusun 2 menurutnya. sebagai warga, dirinya dan warga yang lain juga bertanya-tanya, terkait pabrik yang saat ini sedang dalam proses pembangunan tersebut.
“Kami juga tidak tahu bangunan itu pabrik apa, ada yang ngomong pabrik kelapa sawit. sebagai warga kami juga bertanya-tanya, karena tidak ada sosialisasi sama sekali dengan warga sekitar.” sebutnya.
Sementara itu, Dedi selaku ketua Rt 11A membenarkan apa yang disampaikan warga, menurutnya sekitar awal 2024 lalu, dirinya dapat informasi bahwa akan ada pembangunan pabrik kelapa sawit di belakang rumahnya. namun hingga saat ini dirinya tidak mengetahui secara detail bagaimana proses pabrik milik PT BMM bisa berdiri.
“Setahu saya pembebasan lahan sekitar awal 2024 lalu. bagimana prosesnya bisa berdiri, siapa humasnya, bagiamana dengan warga terdampak, lalu penyaluran CSR seperti apa? saya juga tidak tahu. Kerna memang sejak awal sampai sekarang tidak ada sosialisasi dengan kami selaku warga,” sebutnya.
Dirinya juga mempertanyakan letak kolam limbah yang berada disebelah kanan arah masuk ke pabrik yang menurutnya letaknya mengarah ke pemukiman warga. “kami sebagai warga takutnya, polusi udara merembah ke pemukiman.” tandasnya.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, awak media ini pada Sabtu (25/07/2025) mendatangi lokasi bangunan pabrik untuk melakukan konfirmasi, namun dilakosi hanya ada para pekerja, sedangkan pihak managemen seperti manager maupun humas pabrik tidak berada ditempat.
Kepada awak media, salah seorang pekerja mengatakan bahwa pabrik yang sedang dalam tahap pembangunan tersebut merupakan pabrik kelapa sawit milik PT Berkat Makmur Mandiri (BMM)
“Kalau untuk lebih jelasnya, abang bisa ketemu langsung pak Epi rumahnya di Sarolangun.” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak managemen PT Berkat Makmur Mandiri (BMM) belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan. agar informasi yang disajikan berimbang, Redaksi Sarpost membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak PT BMM maupun instansi terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Ang)












