SAROLANGUN – Rasa kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Kabupaten Sarolangun, Asmara, yang turut bergabung dalam upaya pencarian Bambang, bocah berusia 7 tahun yang diduga tenggelam di Sungai Batang Tembesi di Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun.
Sejak kabar hilangnya Bambang, putra dari Ahim, menyebar pada Selasa (09/06/2026) lalu, ratusan warga bersama tim gabungan langsung memadati lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Asmara terlihat ikut turun ke lapangan bersama warga, membantu proses pencarian yang berlangsung hingga malam hari.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bambang saat itu sedang mandi dan bermain bersama sejumlah temannya di aliran Sungai Batang Tembesi. Namun, suasana ceria mendadak berubah menjadi kepanikan ketika korban diduga terseret arus sungai yang cukup deras dan kemudian hilang dari pandangan teman-temannya.
Kabar hilangnya Bambang dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian masyarakat. Warga dari berbagai Desa berdatangan ke lokasi untuk memberikan bantuan, baik dalam pencarian di sepanjang bantaran sungai maupun dukungan kepada keluarga korban yang terus menunggu dengan penuh harap.
Asmara mengatakan kehadirannya di lokasi merupakan bentuk Solidaritas kemanusiaan. Menurutnya, musibah yang menimpa Bambang menjadi duka bersama yang mengetuk kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Kita semua berharap Bambang segera ditemukan. Saat ini yang terpenting adalah kebersamaan dan Gotong royong membantu tim yang melakukan pencarian,” ujarnya pada Jumat (12/06/2026)
Hingga proses pencarian berlangsung, tim gabungan bersama warga terus menyisir area Sungai dan lokasi yang diduga menjadi titik terakhir korban terlihat. Doa dan harapan terus dipanjatkan agar Bambang dapat segera ditemukan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar Sungai yang memiliki arus cukup deras dan berpotensi membahayakan keselamatan. (Ang)












