SAROLANGUN – Suasana haru menyelimuti tepian Sungai Tembesi di Desa Rangkiling Simpang, ditengah upaya pencarian seorang bocah bernama Bambang (7) yang hanyut di Sungai Tembesi pada Selasa (09/06/2026) Sore kemarin, Doa dan harapan terus terucap dari warga yang datang ke lokasi kejadian.
“Pulanglah Bambang, kami mencarimu…” Kalimat itu seakan menjadi doa yang menggema yang keluar dari mulut warga dan keluarga korban yang mengiringi para petugas yang terus berjibaku menyusuri aliran Sungai Tembesi untuk menemukan bocah kelas 1 Sekolah Dasar itu.
Dalam pencarian hari kedua pada Rabu (10/6/2026) terlihat sejumlah teman Sekolah Bambang bersama para Guru datang ke lokasi pencarian. mereka turut memanjatkan Doa agar sahabat mereka segera ditemukan dan dapat kembali ke pelukan keluarganya.
Bahkan Camat Mandiangin, Angga Wira Putra, bersama Sekretaris Kecamatan, para kepala seksi, serta staf Kecamatan Mandiangin juga terlihat mendatangi posko satuan tugas yang dipinggir Sungai untuk melihat langsung perkembangan operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan dari Tim Rescue Satuan Tugas yang terdiri dari Damkar, Basarnas dan BPBD
Kehadiran pihak Kecamatan merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi keluarga korban yang saat ini masih menanti kabar dengan penuh kecemasan.
“Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moril Pemerintah Kecamatan Mandiangin terhadap upaya pencarian yang melibatkan berbagai unsur, serta sebagai wujud perhatian kepada keluarga korban yang saat ini tengah diliputi kecemasan dan harapan,” ujar Camat Mandiangin sebagaimana dikutip dari laman resmi Facebook Kecamatan Mandiangin.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan korban segera ditemukan.
“Terima kasih dan apresiasi disampaikan kepada seluruh tim pencarian, relawan, aparat, dan masyarakat yang telah bersama-sama membantu dalam upaya kemanusiaan ini,” tambahnya.
Pantauan di lapangan, hingga Rabu (10/6/2026) malam, operasi pencarian masih terus berlangsung. tim gabungan yang dibantu relawan, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban, terus memantau sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. (Ang)












