Example 468x60
BeritaDaerahDesa MembangunEkonomi & BisnisHukum & KriminalPendidikan

Enam Hari Hilang Saat Memancing, Pemuda Asal Desa Mandiangin Ditemukan MD

341
×

Enam Hari Hilang Saat Memancing, Pemuda Asal Desa Mandiangin Ditemukan MD

Sebarkan artikel ini

 

SAROLANGUN- Upaya pencarian intensif terhadap Dimas Ramadhoni (24), pemuda asal Desa Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, berakhir duka. Setelah dinyatakan hilang selama enam hari saat memancing, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Kamis (28/05/2026) siang, sekitar pukul 14.30 WIB.

​Jasad pemuda tersebut berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan bersama warga setelah ditemukan mengapung di aliran Sungai Batang Tembesi. dimana titik penemuan jenazah berada di Desa Jelutih, Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari. dengan jarak lokasi penemuan terbilang cukup jauh, yakni radius sekitar 17 kilometer dari titik awal tempat korban diduga kuat tenggelam (Last Known Position).

​Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa bermula ketika korban pamit pergi memancing pada Jumat (22/05/2026) lalu. Namun hingga malam hari, Dimas tak kunjung kembali ke rumah.

Pihak keluarga bersama warga yang melakukan pencarian awal di tepi sungai hanya menemukan barang-barang milik korban yang ditinggalkan, yaitu sepeda motor, sandal, dan telepon genggam. Lantaran keberadaan korban tidak kunjung diketahui, insiden tersebut kemudian dilaporkan ke BPBD Sarolangun dan Pos SAR Bungo pada Minggu (24/05/2026).

​Komandan Pos SAR Bungo, M. Andri, membenarkan keberhasilan evakuasi tersebut. Berdasarkan laporan resmi Kedeputian Operasi SAR, jasad korban langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga begitu berhasil dievakuasi dari sungai.

​Keberhasilan penemuan ini merupakan hasil kerja keras dari operasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur, termasuk 7 personel Rescue Pos SAR Bungo, 6 anggota BPBD Sarolangun, 2 personel Polsek Mandiangin, 2 personel TNI, 4 anggota SAR MTA, 3 personel Damkar Mandiangin, serta bantuan dari masyarakat setempat.

​Tim gabungan menyisir sungai menggunakan perahu karet (Lower Rubber Boat) di bawah kondisi cuaca lapangan yang cerah berawan serta debit air sungai yang normal. Dengan ditemukannya jasad korban, Operasi SAR dinyatakan selesai.

Tim langsung menggelar pertemuan evaluasi (debriefing) pada pukul 16.00 WIB, dan operasi resmi ditutup sekalian memulangkan seluruh unsur yang terlibat ke satuan masing-masing. (Net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *