SAROLANGUN – Efisiensi Anggaran tahun 2025 ini memang berdampak sangat signifikan pada semua komponen, tak terkecuali pada jumlah proyek tender (lelang) di Kabupaten Sarolangun yang mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Sarolangun jika pada tahun 2024 lalu tercatat ada sebanyak 92 paket pekerjaan yang dilelang (Tender).Namun, pada 2025 ini jumlahnya menyusut tajam hanya menjadi 19 paket tender saja.
Kepala BPBJ Setda Sarolangun, Herjoni menyebutkan bahwa penurunan jumlah proyek ini terjadi sebagai imbas langsung dari kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan tahun 2025 ini oleh pemerintah.
” Tahun 2025 ini proyek tender kita mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2024 lalu ada 92 paket, sementara tahun ini berdasarkan RUP hanya 19 paket tender,” ujarnya.
Dari 19 paket tender yang ada di tahun 2025 ini, 15 paket telah mengikuti tender atau sudah selesai proses lelang, sementara sisanya 4 paket lagi belum proses.
” 15 paket telah selesai tender atau lelang, sementara sisanya kita masih menunggu,” ucap Herjoni.
Sedangkan untuk proyek atau paket pekerjaan lain, seperti Pengadaan Langsung (PL) berapa total keseluruhan pada tahun ini, Herjoni mengatakan jika belum merekap pekerjaan tersebut.
” Untuk paket pengadaan tahun ini berapa jumlahnya kita belum rekap total keseluruhanny,”sebutnya.
Sementara terkait kapan batas waktu terakhir proses tender atau lelang dilakukan, Herjoni mengatakan jika tergantung dari dinas instansi kapan memasukan bahan untuk di tenderkan ke ULP.
” Kita menunggu bahan dari dinas, jika cepat dimasukan maka cepat kita tenderkan,” bebernya.
Di sisi lain, untuk sistem pelaksanaan proyek khusus pengadaan baik PL maupun Tender, Kabupaten Sarolangun tahun 2025 sudah menggunakan sistem e-katalog versi 6.
” Selain proyek konstruksi, untuk sistem pengadaan baik PL maupun Tender saat ini kita menggunakan e-katalog versi 6,” jelas Herjoni.
Penurunan jumlah proyek yang ditenderkan pada tahun 2025 ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para kontraktor di Sarolangun. Selain harus bersaing dalam jumlah proyek yang terbatas, mereka juga harus beradaptasi dengan sistem pengadaan yang terus berkembang secara digital.(Din)












