Example 468x60
BeritaDaerahDesa Membangun

Bupati Minta Komitmen Nyata Semua Pihak Menekan Angka Stunting di Sarolangun

1092
×

Bupati Minta Komitmen Nyata Semua Pihak Menekan Angka Stunting di Sarolangun

Sebarkan artikel ini

 

SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H.Hurmin membuka secara langsung kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang digelar diruang Aula Bappeda Sarolangun, pada Selasa (03/06/2025)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Wakil Ketua TP PKK Sarolangun Ny Ratna Shafira Nafitri Rolan, Pabung Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, MH, Ketua PN Sarolangun Novarina Manurung, SH, MH, PJ Sekda Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Para Nara sumber.

Selain itu hadir juga Pimpinan Bank Jambi Cabang Sarolangun M Ridwan, SE, Kepala DPPKB Sarolangun Jupri, SE, Para kepala OPD di lingkungan Pemkab Sarolangun, Para Camat se-Kabupaten Sarolangun, para Kapus Kabid KKK Eki Susanti, SE, para Penyuluh KB serta Peserta rakor dan Tim TPPS Kabupaten Sarolangun

Dari laporan yang disampaikan oleh Kadis Pegendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Sarolangun Jupri, pada tahun 2025 angka stunting mengalami kenaikan sebesar 692 balita stunting dibandingkan tahun 2024 yaitu sebesar 558 kasus balita stunting.

Dikatakan Jupri, data stunting di Provinsi Jambi saat ini saat ini mengalami kenaikan dan Kabupaten Sarolangun juga mengalami kenaikan tapi angkanya Kabupaten Sarolangun masih di level terendah dari kabupaten kota yang ada di Provinsi Jambi.

“Data stunting di Kabupaten Sarolangun tahun 2025 ini sebanyak 692 orang, yang sebelumnya pada tahun 2024 sebanyak 554 orang anak,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Jupri juga menyampaikan bahwa SK TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) telah ditandatangani Bupati Sarolangun H Hurmin Kabupaten Sarolangun. Hal ini juga merupakan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Hurmin Gerry Trisatwika.

“Ini merupakan bukti kepemimpinan beliau (Bupati dan Wakil Bupati) terhadap penanganan stunting di Kabupaten Sarolangun,” tambahnya.

Sementara itu, kenaikan angka stunting di Sarolangun ini tak ditampik oleh  Bupati Sarolangun H Hurmin. Menurutnya berdasarkan rilis dan hasil survey Status Gizi Indonesia tahun 2024, angka stunting di Kabupaten Sarolangun mengalami kenaikan dari 4,8 persen menjadi 6,6 persen atau terjadi kenaikan sebesar 1,8 persen.

“Walaupun mengalami kenaikan tetapi secara umum seluruh kabupaten  kota di Jambi mengalami kenaikan, dan kita bersyukur Kabupaten Sarolangun berada pada urutan pertama se provinsi Jambi terkait capaian persentase prevalensi terendah,” sebut H.Hurmin

Sementara dari data kasus stunting bersumber dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan isu Berbasis Masyarakat, tambahnya, pada tahun 2023 terdapat 406 balita stunting. Kemudian pada tahun 2024 mengalami kenaikan menjadi 558 balita stunting, dan pada tahun 2025 periode Februari 2025 mengalami kenaikan menjadi 692 balita stunting.

“Hal ini menunjukkan perlunya komitmen bersama seluruh pihak stakeholder untuk melakukan kegiatan yang nyata setiap kelompok sasaran agar prevalensi stunting di Kabupaten Sarolangun menjadi lebih baik,” harapnya. (Ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *