MURATARA — Kasus dugaan kekerasan seksual dalam lingkup keluarga kembali mengguncang Kabupaten Musi Rawas Utara. Seorang pria berinisial BO (41), warga Kecamatan Karang Dapo, diamankan polisi setelah diduga memperkosa anak kandungnya sendiri hingga korban melahirkan seorang bayi.
Peristiwa memilukan ini terungkap setelah masyarakat mencurigai kondisi WA (20), yang diketahui melahirkan di RSUD Rupit tanpa kejelasan identitas ayah dari bayi tersebut. kecurigaan warga kemudian berkembang hingga mengarah pada dugaan bahwa pelaku adalah ayah kandung korban sendiri.
Tak tinggal diam, warga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karang Dapo. Kapolsek Karang Dapo, Iptu Khoriil Hambali, S.H., menyampaikan bahwa laporan diterima pada Rabu (22/04/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Menindaklanjuti informasi itu, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan.
“Anggota kami langsung bergerak ke RSUD Rupit untuk mengumpulkan keterangan dan melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan indikasi kuat keterlibatan ayah kandung korban. Tim kemudian bergerak cepat menuju kediaman terduga pelaku.
Saat hendak diamankan, pelaku diketahui telah dikepung warga yang geram atas dugaan perbuatannya. Beruntung, petugas sigap mengevakuasi pelaku untuk menghindari aksi main hakim sendiri, lalu membawanya ke Mapolsek Karang Dapo untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Ipda Muhammad Aliudin, S.H., membenarkan penangkapan tersebut.
“Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif,” terangnya pada Kamis (23/04/2026)
Kasus ini menjadi pengingat serius akan pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak, terutama dari kekerasan yang justru terjadi di lingkungan terdekat. Aparat kepolisian menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional dan transparan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap kondisi di sekitar serta berani melaporkan jika menemukan adanya dugaan kekerasan, demi mencegah terulangnya kejadian serupa. (Net)












