SAROLANGUN – Puluhan petani plasma dari Desa Gurun Tuo dan Desa Rangkiling, Kecamatan Mandiangin, menggelar aksi demonstrasi damai di simpang jalan produksi milik PT SAM pada Senin (06/04/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan petani terhadap hasil penjualan yang dinilai tidak lagi sesuai dengan kesepakatan awal, yakni pola pembagian 70:30 antara perusahaan dan petani.
Para petani mengaku heran karena pendapatan dari hasil panen tidak sebanding dengan luas lahan yang telah mereka serahkan kepada perusahaan sebagai bagian dari kemitraan.
Koordinator aksi, Zikri, dalam orasinya menyampaikan bahwa demonstrasi ini merupakan akumulasi dari persoalan yang telah lama tidak mendapatkan kepastian penyelesaian.
“Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk perjuangan petani plasma yang selama ini belum mendapatkan kejelasan. Kami berharap persoalan ini segera dituntaskan,” ujarnya.
Aksi sempat memanas ketika seorang pria yang mengaku sebagai pihak keamanan datang dengan nada tinggi, sehingga memicu ketegangan di lokasi. Namun situasi kembali kondusif setelah pihak pengamanan perusahaan bersama aparat TNI turun tangan dan menenangkan massa.
Pihak pengamanan juga menyampaikan bahwa perwakilan manajemen PT SAM akan segera menemui para demonstran untuk melakukan dialog.
Hingga pukul 10.30 WIB, pihak perusahaan belum terlihat hadir di lokasi aksi. Sementara itu, para petani masih bertahan di depan portal jalan produksi, menyebabkan sejumlah truk pengangkut tandan buah segar (TBS) milik PT SAM tertahan dan belum dapat memasuki area perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Perusahaan belum dapat dikonfirmasi terkait tuntutan para petani plasma. (Ang)












