SAROLANGUN POST – Menurut keterangan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun
Menurutnya lagi , jenjang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) itu memang masanya bagi anak untuk bermain, gembira dan ceria. Makanya tidak boleh ada pelajaran yang membebani mereka. Semua harus dibuat menyenangkan. Makanya tidak boleh ada tes apapun bagi mereka saat masuk SD (Sekolah Dasar).
“Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan adalah gerakan bersama yang mendasari transisi peserta didik PAUD ke SD/MI/sederajat dengan cara yang menyenangkan dan dimulai sejak tahun ajaran baru” terangnya pada Sarolangun Post ,15 Juli 2025.
Kemampuan fondasi adalah hak setiap anak yang dibangun secara holistik. Setiap anak memiliki hak untuk dibina agar mendapatkan kemampuan fondasi yang holistik, bukan hanya kognitif melainkan juga kematangan emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan lainnya.
“Sementara itu kemampuan literasi dan numerasi dibangun bertahap yang dimulai dari PAUD dengan cara yang menyenangkan ” tambahnya
Tujuan utama transisi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) ke SD (Sekolah Dasar) adalah memastikan anak-anak memiliki kesiapan belajar yang optimal saat memasuki jenjang SD, baik secara akademik, sosial, maupun emosional.
“Ini mencakup penyesuaian diri anak dengan lingkungan belajar baru, serta pengembangan kemampuan fondasi yang dibutuhkan untuk sukses di SD” pungkasnya
Giat Penguatan Transisi PAUD Ke- SD dan MPLS Ramah Anak Tahun 2025 yang digelar di Sekolah Dasar Negeri 57/VII Kecamatan Singkut .Dibuka secara langsung Bupati Sarolangun H.Hurmin SE melalui Sekda Sarolangun Ir Dedy Hendri MSi berjalan lancar dan sukses pada hari Senin 14 Juli 2025 kemarin ( Chairul)












