Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pepatah Ini Dialami oleh Pj Kades Gurun Tuo Simpang
Sebarkan artikel ini
SAROLANGUN – Buntut dari belum cairnya Dana Desa (DD) tahap akhir ditambah adanya penundaan bayar dana BKBK (Bantuan Keuangan Bersifat Khusus) tahan II (70%) hingga tahun 2025 oleh Pemprov Jambi.
Secara otomatis berdampak langsung bagi Pemerintahan Desa untuk membayar jasa maupun biaya kegiatan yang telah dilaksanakan.
Ariyos , Pj Kades Gurun Tuo Simpang Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi,membeberkan secara langsung kepada media ini pada Rabu (18/12/2024) sore.
Ia menyebutkan, jika saat ini dirinya didesak oleh masyarakatnya untuk segera membayar insentif maupun jasa dari kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemdes Gurun Tuo Simpang.
“Masyarakat tidak mau tahu,tahunyo dana tu caer dan tidak ado hambatan, didalam dana tersebut ado insentif, ado jugo untuk pembangunan, dan sayo sudah bekerja keras serta menjelaskan sesuai kenyataan. Tapi masyarakat tetap mendesak dan mintak supayo PJ kades bertanggung jawab, masyarakat dak mau tahu” Jelas Ariyos.
Ditambahkan Ariyos, saat rapat yang digelar pada Selasa (17/12/2024), dirinya sempat dilarang pulang dari kantor Desa hingga sore hari. Bahkan jika tidak ada kejelasan terkait pencairan DD dan dana BKBK, mereka mengancam akan menginap dirumah Pj Kades.
“Dalam rapat kemarin, muncul suaro dari peserta rapat, ngancam kalu dak caer, mereka mau makan tiduk di rumah sayo, jadi sayo ini sudah jatuh tertimpo tanggo pulo itulah yang sayo rasokan.” Terang Ariyos.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sarolangun, H.Kasiyadi S.IP, ME. saat dikonfirmasi Via Whatsappnya membenarkan jika dana BKBK Tahap II sebesar 70%, memang tidak dapat dicairkan dengan alasan sebagaimana surat dari Gubernur Jambi.
Sedangkan untuk pencairan DD tidak ada kendala jelasnya saat dikonfirmasi Via Whatsappnya”Kalau untuk DD, InsyaAllah sudah cair semua, tidak ada kendala” Terangnya. (Ang)