Example 468x60
BeritaDaerahHukum & Kriminal

Pantang Mundur Sebelum Berhasil: Kapolres Sarolangun Bersama Satgas Gabungan Padamkan Kobaran Api di Areal Plasma PT BKS

249
×

Pantang Mundur Sebelum Berhasil: Kapolres Sarolangun Bersama Satgas Gabungan Padamkan Kobaran Api di Areal Plasma PT BKS

Sebarkan artikel ini

 

SAROLANGUN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengancam wilayah Kabupaten Sarolangun, namun semangat pantang menyerah dan sinergi antarinstansi membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci utama.
Satgas Terpadu Karhutla Kabupaten Sarolangun terus bergerak cepat dan tak kenal lelah dalam menanggulangi setiap titik api yang muncul. Pada Senin, 24 Agustus 2026, sebuah kebakaran besar terjadi di areal Plasma PT Bahana Karya Semesta (BKS), Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.
Mendapat laporan tersebut, unsur pimpinan daerah langsung turun ke lokasi untuk memimpin langsung operasi pemadaman.
Kegiatan pemadaman yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., didampingi Bupati Sarolangun H. Hurmin, S.E., serta Dandim 0420/Sarko Letkol Inf. Yahya Wisnu Arianto, S.Sos., M.Han. dan seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Sarolangun.
Kehadiran para pimpinan tertinggi di lokasi kebakaran memberikan semangat tambahan bagi seluruh personel yang bertugas, sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani masalah Karhutla secara langsung dan menyeluruh.
Turut hadir dan terlibat aktif dalam operasi pemadaman ini Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Angga Luvyanto, M.H., Kepala Badan Kesbangpol Sarolangun Hudri, S.Pd.I., M.Pd.I., Kasat Samapta Polres Sarolangun AKP Adi Prayitno, S.H., Kapolsek Air Hitam AKP Robinson Manullang, S.H., serta ratusan personel yang terdiri dari Satgas Karhutla Polres Sarolangun, Kodim 0420/Sarko, Manggala Agni, Subsatgas Karhutla Polsek Air Hitam, dan Tim Satgas Karhutla PT BKS .
Ribuan tangan bekerja sama, menyatukan tenaga dan pikiran demi satu tujuan bersama: memadamkan api secepat mungkin dan mencegah kerugian yang lebih besar.
Sesampainya di lokasi, para pimpinan terlebih dahulu melakukan evaluasi situasi dan memantau langsung titik-titik api yang sedang berkobar. Setelah itu, personel gabungan segera dibagi menjadi beberapa kelompok tugas yang masing-masing memiliki area kerja spesifik, agar pemadaman dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan tidak ada satu pun titik api yang terlewatkan.
Mengingat lokasi kebakaran merupakan lahan gambut yang sangat rawan menjalar, Satgas juga memberikan arahan tegas kepada pihak pengelola PT BKS untuk segera membuat sekat kanal menggunakan ekskavator.
Langkah strategis ini sangat krusial dilakukan guna mencegah api menjalar melalui lapisan gambut yang kering, yang dapat memperluas area kebakaran secara pesat dan menyulitkan penanganan lebih lanjut.
Proses pemadaman dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan berbagai peralatan penunjang yang tersedia di lapangan, mulai dari mesin pompa air berkapasitas besar, selang panjang, tabung racun api, kepyok atau alat tepak api tradisional yang tetap andal, hingga mesin semprot bahu dan pompa punggung yang dibawa langsung oleh personel ke titik-titik sulit dijangkau.
Selain penanganan dari darat yang dilakukan secara bertahap dan terpadu, Satgas juga berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mendapatkan dukungan water bombing melalui jalur udara, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan secara lebih maksimal, menyeluruh, dan mempercepat penurunan intensitas panas di titik-titik api.
Sinergitas yang terjalin erat antara personel Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan pihak perusahaan menjadi kekuatan utama yang tak tergoyahkan dalam penanganan Karhutla di lokasi tersebut. Tidak ada sekat antarinstansi, semua bekerja sebagai satu kesatuan tim yang saling mendukung, saling membantu, dan saling mengisi kekurangan satu sama lain.
Koordinasi berjalan lancar, informasi disampaikan dengan cepat, dan setiap keputusan diambil bersama demi kepentingan bersama. Inilah wujud nyata bahwa ketika kita bersatu, tantangan seberat apa pun akan mampu kita hadapi.
Setelah berjibaku tanpa kenal lelah selama lebih dari enam jam, di bawah terik matahari yang bersahabat dan kemudian hingga senja menjelang, akhirnya sekitar pukul 19.30 WIB, api yang sempat membara besar di areal tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Namun, tugas belum usai. Meski nyala api sudah tidak terlihat, personel Satgas Terpadu tetap tidak beranjak pulang. Mereka tetap berada di lokasi dan melanjutkan proses pendinginan secara teliti dan menyeluruh, menyiram setiap titik yang masih terasa panas, memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi kembali menyala ketika cuaca memanas. Hal ini dilakukan karena kesadaran bahwa pada lahan gambut, bara api dapat bertahan lama dan kembali berkobar kapan saja jika tidak ditangani hingga benar-benar bersih.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., menegaskan  bahwa penanganan Karhutla di wilayahnya tidak akan berhenti di sini. Seluruh upaya akan terus dilakukan secara maksimal dengan senantiasa mengedepankan sinergitas seluruh unsur terkait, mulai dari pencegahan, patroli, hingga penanganan saat kebakaran terjadi.
“Pemadaman tidak berhenti setelah api terlihat padam. Kita pastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh, khususnya karena lokasi merupakan lahan gambut yang memiliki potensi munculnya kembali titik api. Kita tidak boleh lengah sedikit pun, karena kelalaian sedikit saja bisa berakibat fatal dan mengulang penderitaan yang sama,” tegas Kapolres dengan nada yang penuh ketegasan sekaligus kepedulian.
Lebih lanjut, Kapolres juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat, perusahaan, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla sejak dini.
“Jangan menunggu api berkobar baru bertindak, karena dampak dari kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem dan kehilangan kekayaan alam semata, tetapi juga sangat mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat aktivitas harian warga, serta merugikan perekonomian daerah yang sedang kita bangun bersama” tegasnya .
Berkat kerja sama yang luar biasa, ketangkasan, dan respons cepat seluruh unsur Satgas yang terlibat, situasi di lokasi kebakaran saat ini telah berangsur pulih dan dinyatakan aman serta kondusif.
Seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan pemadaman yang melelahkan namun penuh makna ini dilaporkan dalam kondisi baik dan sehat, siap kembali bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Sarolangun.
Polres Sarolangun bersama seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat terus berkomitmen kuat untuk tidak pernah lelah mencegah dan menanggulangi Karhutla.
“Langkah pencegahan terus diperkuat, patroli akan diperbanyak, dan sosialisasi akan terus digencarkan demi menjaga kelestarian lingkungan hidup kita, melindungi kesehatan masyarakat, serta menjamin masa depan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang. Karena kita sadar, bumi ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama” tutupnya ( Chairul Botax)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *