JAMBI – Sebelumnya petani sawit di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi merasa cemas dengan anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) Karena jika harga sawit anjlok akan berdampak pada ekonomi masyarakat.
Dampaknya peredaran uang di daerah sentra sawit melambat. Daya beli masyarakat ikut turun karena banyak warga menggantungkan hidup dari kebun sawit.
Namun kini harga kelapa sawit di Provinsi Jambi masih terbilang moncer. Periode ini harga tertinggi dibandrol Rp3.440,77/kg. Harga tersebut merupakan hasil dari penetapan harga di Dinas Perkebunan Provinsi Jambi yang berlaku hingga 11 Juni nanti.
Harga ini cenderung tinggi lantaran harga CPO Jambi juga bagus. Harga CPO periode ini dipatok sebesar Rp13.346,11 kg. Sementara harga kernel sebesar Rp13.134,22/kg. Untuk indeks K, periode ini di Provinsi Jambi sebesar 95,22%.
Harga tersebut merupakan harga untuk pembelian hasil kebun petani plasma. Sementara untuk harga tertinggi kelapa sawit swadaya, rata-rata dibeli Rp3.200/kg.
Berikut adalah daftar rincian harga TBS kelapa sawit di Provinsi Jambi periode 5 – 11 Juni 2026 di Jambi berdasarkan kelompok umur tanaman:
3 TahunRp 2.669,28
4 TahunRp 2.867,00
5 TahunRp 2.997,59
6 TahunRp 3.121,82
7 TahunRp 3.200,39
8 TahunRp 3.269,96
9 TahunRp 3.333,38
10 – 20 TahunRp 3.440,77
21 – 24 TahunRp 3.340,48
25 TahunRp 3.193,15
Catatan: Harga di atas adalah standar harga TBS kelapa sawit untuk mitra plasma berdasarkan ketetapan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Harga riil di tingkat petani swadaya atau pengepul lokal biasanya berada di kisaran Rp1.700 – Rp2.400/kg tergantung pada lokasi dan potongan timbangan. Untuk memantau pembaruan harga mingguan, Anda dapat mengunjungi portal InfoSAWIT. (Ang)












