Example 468x60
BeritaDaerahDesa MembangunEkonomi & BisnisHukum & KriminalInternasionalKesehatanOtomotifPariwisataPendidikanPolitikTeknologi

Sekolah Daring Batal, Mendikdasmen: KBM Tetap Tatap Muka

156
×

Sekolah Daring Batal, Mendikdasmen: KBM Tetap Tatap Muka

Sebarkan artikel ini

 

JAKARTA – Pemerintah secara resmi membatalkan wacana penerapan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring (online) bagi siswa sekolah yang sebelumnya direncanakan mulai berlaku pada April 2026.

Keputusan ini diambil untuk menjaga kualitas pendidikan dan mencegah terjadinya penurunan capaian belajar atau learning loss pada siswa seperti terjadi ketika pandemi Covid-19 terjadi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Berdasarkan hasil koordinasi lintas kementerian, diputuskan bahwa pembelajaran luring harus tetap diprioritaskan.

Senada dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa sektor pendidikan tidak termasuk dalam kebijakan penyesuaian aktivitas pasca-libur Idulfitri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa interaksi langsung di kelas tidak dapat digantikan oleh teknologi dalam hal pembentukan karakter.

“Pembelajaran akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Interaksi langsung di kelas memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman materi, membangun karakter, serta mengembangkan keterampilan sosial murid,” ujar Menteri Mu’ti dalam siaran pers resminya, Rabu (25/03/2026)

Pemerintah menilai bahwa kehadiran fisik siswa di sekolah sangat krusial untuk menanamkan nilai disiplin, kolaborasi, dan pembiasaan sosial.

Selain itu, pembelajaran tatap muka dianggap sebagai cara paling optimal dalam memanfaatkan sumber daya pendidikan yang ada untuk membangun budaya sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Inklusif).

Meskipun pemerintah tengah melakukan langkah efisiensi akibat dinamika global, Kemendikdasmen memastikan bahwa efisiensi tersebut tidak akan mengurangi kualitas layanan publik. Opsi pembelajaran hibrida (hybrid) pun dinilai belum menjadi urgensi untuk saat ini.

Sumber : Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen dan Kemenko PMK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *